Senin, 30 Desember 2013

Cara menentukan target market dengan tepat

cara menenetukan target market dengan tepat
Bisnis itu butuh keputusan intelektual bukan hanya sekedar emosi belaka. Kita ingin memulai bisnis tapi tanpa mengetahui apakah bisnis ini ada potensi laku atau tidak itu ibarat masuk hutan tanpa peta. Itulah mengapa artikel kita saat ini insyaAllah akan membahas mengenai cara menentukan target market dengan tepat.

Rata rata kita ini punya dulu barangnya baru kita cari siapa target marketnya, siapa pasarnya. Seharusnya siapa pasarnya dulu baru kita tentuin barang apa yang mau kita jual ke mereka.

Agar lebih mudah saya ilustrasikan begini :
Ada tetangga saya itu, setiap hari dia pergi ke tempat kerjaan lewat jalur tertentu. Setiap menunggu angkutan umum, dia mendengar karyawan karyawan yang satu angkot dengan dia sering mengeluh sulit dapet makanan di pagi hari. Lalu tetangga ini melihat ada tempat yang strategis untuk disewa dan..... akhirnya dia buat jualan nasi kuning di situ dan laris manis!

Jadi apa yang dilakukannya?
1. Melihat peluang akan adanya masalah yang dialami karyawan tadi, apa masalahnya? Sulit nyari tukang makanan di pagi hari mau kerja. Berarti banyak yang jarang sarapan dari rumah dan lebih memilih beli sambil berangkat kerja.

Minggu, 29 Desember 2013

Cara bangkit dari hutang

Hutang itu cukup aneh. Mudah untuk dimulai namun sulit untuk di akhiri hehe. Bahkan kami di IIBF (Indonesia Islamic Business Forum) punya ungkapan Rama Sita. Diawal ditawari pinjeman uang dengan 'Rama' tapi ujung ujungnya langsung maen 'Sita'. Nah artikel ini sedikit bahas tentang cara bangkit dari hutang bagi para pengusaha yang punya masalah di hutang ataupun belum.

Lalu bagaimana caranya? yang pertama mesti kita praktekkan adalah merubah karakter kita. Yup ini sederhana terdengarnya tapi berhasil. Rubah karaktermu, rubah cara pandangmu.

Misalnya awalnya kita sangat khawatir hutang ini tidak bisa diselesaikan. Rubah karaktermu sehingga optimis hutang ini bisa kau lunasin. Kebanyakan para pehutang itu justru melunasi hutang yang satu dengan hutang yang lain. Nah ini nih karakter yang jelek, bisa bisa yang awalnya hutang cuma 2 juta, bisa berubah jadi ratusan juta atau bahkan milyaran. Na'udzubillah...

Jumat, 26 April 2013

mencari peluang bisnis mulailah dari apa yang kita butuhkan

Bismillah... Peluang Bisnis itu pada dasarnya bisa hadir darimana mana, bahkan saya kutip ungkapan bapa dahsyat Tung Desem Waringin bahwa setiap apa yang kita lihat itu berpotensi untuk menjadi Ide Bisnis yang dahsyat. hehe.
Misalnya nih ya, kita lihat apa yang sedang anda gunakan saat ini. Coba anda perhatikan baju yang anda pakai, celana yang anda pakai, sepatu yang anda pakai, jam tangan, bahkan bondu ataupun dompet yang anda pakai. Dari benda benda yang melekat di dalam tubuh saja, kita bisa mencoba untuk meraih dan menjemput peluang bisnis itu.
Ketika mencari peluang bisnis, satu hal yang cukup penting untuk kita renungkan adalah :
a. Apakah peluang ini memang dibutuhkan di khalayak banyak?
b. Jika peluang ini memang dibutuhkan di khalayak banyak, apakah hari ini kebutuhannya sudah tercukupi? Jika tidak apakah kita masih kebagian pasarnya?
c. Jika ternyata peluang ini memang dibutuhkan di khalayak banyak, dan BELUM ADA yang memenuhi kebutuhan tersebut maka ini jadi peluang yang paling sayang untuk dilewatkan.
Begitu saja caranya, intinya jika kita menjual barang/jasa/sesuatu yang dibutuhkan maka pasar itu sudah ada dan tidak perlu kita cari. Apalagi jika kita bergerak dalam bisnis online, maka ini kan mempermudah kita dalam memasarkannya.
Bisnis seharusnya adalah proses memberikan solusi pada permasalahan yang sedang dihadapi oleh seseorang ataupun banyak orang. Mereka yang kehausan membutuhkan mereka yang menjual minuman, mereka yang butuh ilmu membutuhkan sekolah tempat mereka belajar, mereka yang pengen tampil gaya membutuhkan mereka yang menjual pakaian pakaian trendy dan keren. Masuk Akal Masuk Akal? :)
Ini juga berarti, jika Bisnis anda tidak memenuhi kebutuhan apapun dalam kehidupan ini, maka ada atau tiadanya bisnis anda orang orang tak akan peduli. Kenapa? Karena mereka tidak butuh. Jika sudah seperti itu, ganti saja bisnisnya. Ganti dengan yang dibutuhkan banyak orang.
Semoga bermanfaat :)
Febrian Adila >> http://febrianadila.wordpress.com

Selasa, 23 April 2013

faktor kemiskinan : sulitnya mendapatkan penghasilan



faktor kemiskinan sulitnya mendapatkan penghasilan cara berbisnis muda

bismillah.... segala puji bagi Allah atas segala nikmat yang diberikan hari ini. ga tau kenapa hari ini cukup berdebar hati ini, tadi waktu pulang dari kegiatan bisnis seperti biasa, saya coba untuk menempuh jalan yang berbeda dengan yang biasa saya lewati.
tadi dari arah taman holis, saya sempatkan untuk masuk ke pemukiman padat penduduk yang ada di sebelah taman holis bandung. dan sepanjang perjalanan itu saya merasa, tak terbayang dengan kondisi masyarakat disana. mungkin sih bisa dibilang penghasilan mereka gak tau berapa, tapi melihat dari beberapa sumber penghasilan yg mereka dapati, bisa dibilang mungkin penghasilan mereka perkiraannya di bawah umr.

Rabu, 06 Februari 2013

kenali dan hilangkan hal hal yang mengganggu pikiranmu

kenali dan hilangkan hal hal yang mengganggu pikiranmu

teman teman bisnis semua, hari ini kita kan membahas sedikit mengenai masalah para pebisnis yang sering kali menjadikan kita kurang produktif dalam kerja kerja kita. salah satunya adalah yang kita bahas saat ini. kenali dan hilangkan hal hal yang mengganggu pikiranmu
dalam bisnis, seringkali kita akan dikelilingi oleh kondisi yang serba tidak pasti, dan rintangan yang beraneka ragam. oleh karenanya kan muncul dalam benak kita, segala macam pikiran serta sangkaan.... yang ternyata sangat berpengaruh terhadap kinerja kita dalam menjalankan usaha ataupun bisnis kita. nah, kalo ini kita kurang tanggap dalam menggapainya, maka yaa bisa dipastikan. kinerja kita akan menurun, dan segala yang kita usahakan akan kian jauh dari yang diharapkan. oleh karenanya kenali dan hilangkan hal hal yang mengganggu pikiranmu sehingga kita mampu dengan cepat merecovery segala beban pikiran yang ada.
berikut adalah cara caranya :
1. kita pasti punya masalah, dan tugas pertama adalah sadari masalah yang menimpa usaha kita. jangan sampai kita salah dalam mengambil keputusan dan salah dalam menganalisa. kinerja kita makin turun, kita dengan cukup emosional menyalahkan sesuatu, padahal ternyata salahnya bukan disitu. misalnya marketing usaha kita bermasalah, tapi kita justru malah menyalahkan tim keuangan. kan salah sasaran tuh.
2. coba untuk menyelesaikannya, jangan lari. inilah yang biasa dan cukup sulit dilakukan. kadang kita tahu masalah yang kita hadapi, tapi justru kita malah mendiamkannya, dan tidak pernah berusaha untuk menyelesaikannya. apakah mungkin selesai? ndak mungkin. maka kerjakan satu demi satu, dan bersabar dalam menyelesaikannya.
3. cari orang yang tepat, untuk diajak diskusi sehingga kita mengetahui masalah apa yang sebenarnya terjadi. kepala yang lain sangat berguna untuk menghindari kesalahan pengambilan keputusan.
kenali dan hilangkan hal hal yang mengganggu pikiranmu adalah sebuah skill yang mesti kita miliki secara dasar, sehingga apapun yang kita kerjakan kan tetap berada dalam jalannya.
Caraberbisnismuda.team

Rabu, 26 September 2012

antara rencana dan aksi

antara rencana dan aksi cara berbisnis muda

coba perhatikan gambar di atas, ini secara sederhana adalah sebuah rencana ketika akan pergi untuk menuju suatu tempat! benar tidak? yaa semacam peta harta karun, ketika kita punya harta karun, maka apapun yang kita lakukan akan mencoba untuk sedetil mungkin mengikuti peta tersebut, betul tidak? karena kalo kita malah cari harta tidak mengacu ke peta, ya buat apa punya peta!


nah yang paling sering kita temui di lapangan adalah RENCANA YANG DIABAIKAN sehingga HASILNYA PUN PASTI DIABAIKAN. sudah pasti itu!

Minggu, 16 September 2012

jadilah kaya, jangan terlihat kaya

cara berbisnis jadilah kaya jangan terlihat kaya

bismillah
ketika perkenalan antar mahasiswa, seperti biasa ketika baru kenal, lalu mereka saling bertukar no telepon masing-masing. dan langsung saja terlihat, mahasiswa yang satu mengeluarkan iphone miliknya, sedangkan mahasiswa yang satu lagi mengeluarkan hp siemens c45 merek lama. lalu perasaan "perbedaan kasta" pun dimulai.

sekilas, mungkin kita kan lihat, yang memiliki iphone itu dari keluarga kelas atas, sedangkan yang satu lagi sebaliknya. padahal kita tidak tahu, pemuda yang menggunakan siemens c45 itu tadi sudah memiliki 3 jenis bisnis di bidang makanan cemilan dan satu outlet makanan franchise yang ada di sekitar kampus besar di kotanya. sedangkan mahasiswa yang menggunakan iphone tadi, masih numpang hidup di keluarga dan penghasilan passif, masih minta dari orang tua.

berbeda sangat jauh, dan TOPENG menjadi salah satu hal penting yang berfungsi sebagai "cara pandang orang lain" terhadap keadaan finansial kita. nah ini masalah yang cukup besar juga

misalnya, banyak pengusaha yang ingin terlihat keren, dengan membeli mobil baru, atau gadget baru, intinya....pengusaha ini ingin dilihat 'keren' oleh teman-teman pengusahanya yang lain. sehingga secara tidak langsung, dia ingin dipandang sudah berhasil, sudah kaya, sudah tajir. padahal justru inilah awal dari terjajah dengan finansial itu sendiri.

Sabtu, 01 September 2012

sedekah tabungan dan kebutuhan

kita coba lanjutkan yg sudah kita pernah bahas kemarin di mengelola keuangan. kita awali dengan pertanyaan.. KENAPA HARUS dibagi 3 seperti itu?

PERTAMA
bila tidak seperti ini, biasanya uang yang kita miliki itu bakal habis tidak bersisa. bahkan habisnya itu digunakan untuk keperluan-keperluan yang sebetulnya kita belum terlalu butuh. habis digunakan untuk meningkatkan gaya hidup! biar terlihatnya lebih kaya, biar terlihat lebih terhormat, biar terlihat lebih tajir dibandingkan orang lain. kalo awalnya punya motor keluaran 2005 maka ketika penghasilan meningkat, keinginan untuk meningkatkan gaya hidup muncul, lalu beli motor baru, yang lebih garang, yang lebih keren, intinya biar satu..... lebih dipandang!
motor lama yg masih bagus dan bisa dipakai


diganti dg motor yg lebih keren
padahal, ketika uang habis untuk membeli hal yang diingkan. bukan hal yang dibutuhkan.... bila kita tidak cermat justru kita bisa segera terjebak di BIAYA HIDUP yang menyengsarakan.
karena sederhana, gaya hidup naik berarti biaya hidup naik.

Jumat, 31 Agustus 2012

Yakin-se-Yakin-Yakinya!


Kami Yakin, dengan sangat mudah Anda mampu membaca judul di atas bukan? Kami juga Yakin, setiap dari Anda memiliki Keyakinan akan sesuatu. Dan kami juga yakin, dari sekian  orang yang mencoba untuk menjadi seorang pebisnis, banyak yang gagal karena mereka melupakan satu hal, yaitu Keyakinan. Kami harap, Anda tidak termasuk ke dalamnya 

Keyakinanlah yang membuat  Soichiro Honda seorang murid yang selalu bernilai jelek di sekolah mampu menjadi pengusaha otomotif terbesar di dunia,  Keyakinan juga yang medorong pemuda di Indonesia mendesak para “petinggi” untuk segera memerdekakan negeri ini, dan Keyakinan juga yang membuat Anda tetap bertahan membaca postingan ini. ^^

Sudahkah kita tanamkan keyakinan pada diri kita?

Entah apa namanya, Yakin, percaya atau apapun yang sejenis dengan kata-kata ini adalah seperangkat alat yang Allah titipkan untuk melawan ketakuatan manusiawi kita.

Memilih jalan sebagai seorang pengusaha sangat menguji keyakinan kita. Bagaimana tidak, setiap saat kita harus yakin bahwa rezeki sudah tersedia asal kita mau mengejarnya (tidak seperti pegawai yang sudah pasti kapan mendapatkan gaji). Kita juga harus yakin bahwa menjadi seorang pengusaha adalah pillihan yang baik, cepat membuat kaya dan berpahala asal niatnya tepat ^^. Seorang pengusaha juga harus yakin untuk mencoba beragam peluang yang mungkin awalnya tak terbayangkan. Tapi justru jika kita mampu yakin dengan kebaikan yang ada, maka inilah yang membuat kita berbeda.

Lantas bagaimana melatih agar kita bisa yakin seyakin yakinnya?
Sahabat, keyakinan itu bisa kita dapatkan dengan mudah..
Jika kita mau untuk selalu berprasangka baik (positive thingking) atas segala kejadian, baik atau buruk.
Keyakinan itu lahir dari sosok yang selalu bersyukur dalam keadaan lapang atau sempit.
Saat kita mau dan mampu untuk terus belajar berprasangka baik dan tetap bersyukur, perlahan keyakinan akan semakin kuat menghujam di hati kita. Inilah yang membuat kita semakin tak mudah menyerah jika suatu saat jalan yang kita lalui menemui hambatan.
Bukankah bagi seorang pebisnis sejati hambatan atau rintangan hanyalah sebuah tantangan yang bisa mengantarkannya ke jalan kesuksesan??

Terakhir, yang utama dari semua keyakinan adalah yakin dan taat akan takdir dan janji Allah.
Sehebat apapun strategi bisnis kita, sebanyak apapun modal yang kita miliki, tanpa sebuah keyakinan maka semua hanya akan jadi rencana saja, tanpa keberhasilan.
Maka, YAKINLAH!


Kamis, 30 Agustus 2012

cerdas mengelola keuangan


cerdas mengelola keuangan adalah harga mati bagi semua yang bercita-cita ingin menjadi kaya, bukan hanya jutawan, tapi milyarder bahkan trilyuner bahkan trilyuner trilyuner atau yang lebih sulit lagi cara pengucapannya dari itu.

kenapa? biasanya, banyak para orang kaya yang justru kelemahan mereka adalah, mengelola keuangan. hasilnya? mereka sekilas nampak seperti orang kaya, namun justru, uang yang mereka punya tidak terlalu membantu kehidupan yang mereka jalani. uang hanya lewat, uang tidak selalu dipegang dan hasilnya uang justru yang mengakali hidup mereka.

dan sialnya, bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan ini, seperti sedang menggali kuburannya sendiri. mereka sudah siap-siap untuk kesulitan dari keuangan, hanya karena itu, dan sesederhana itu.

di bandung, ada penjual sate ayam dan kambing yang memiliki kios di pinggir jalan yang dilewati banyak mobil. bahkan hampir setiap malam, kios satenya itu terus didatangi oleh para pembeli, hingga mereka rela untuk ngantri sekalipun. lalu ketika ditanya,
"pa satenya laku banget nih pa...."
" ia alhamdulillah kang, "
"berarti penghasilannya lumayan ya pa?"
" ya de, tetep aja masih pusing kalo buat hidupmah.... "
sedikit kaget dengan jawaban itu, lalu ditanya lebih lanjut
"bapa biasanya sehari dapet berapa tusuk yang terjual?"
"biasanya sih kalo normal 800 - 1000 tusuk sate yang kejual"
lumayan juga kan?
bayangin aja, anggap satu porsi sate itu 10 tusuk sate, dan kita coba hitung-hitungan sederhana,
misalnya satu porsi itu 10.000 harganya,
jadi 800 tusuk itu bisa menjual sampe 80 porsi, berarti omset dalam satu hari bapak ini bisa mendapatkan 800.000 rupiah bahkan bila sedang ramai 1000.000 rupiah.
anggaplah sederhananya dalam sehari laba yang didapatkan dari bapa ini adalah sebesar 30% (biasanya bisnis kuliner bisa dapat laba 50-60%)
hal ini berarti, tukang sate ini mendapatkan 240.000 setiap harinya, BERSIH!
dan bila kita akumulasikan, dalam sebulan dengan libur 4 hari, bisa mendapatkan 6.240.000 rupiah..!
cukup besar untuk sebuah penghasilan,
dan ini mungkin gaji orang-orang yang kerja di tempat kerja cukup bonafit, ia kan?

nah, salah satu yang menjadi permasalahan bapa ini adalah.....
DIA TIDAK PERNAH MENCATAT SECARA DETAIL PENGELOLAAN UANG YANG TERJADI DALAM HIDUPNYA!

ketika ditanya gimana catatan belanjanya,
cukup hanya dengan
BELANJA BAHAN : SEKIAN RUPIAH
PEMASUKAN HARI INI : SEKIAN RUPIAH
KEUNTUNGAN : SEKIAN RUPIAH (PEMASUKAN - BELANJA)

untuk aliran dana sebesar 800.000 setiap harinya, hanya dicatata dengan 3 baris seperti ini?
jadi, pencatatan seperti, beli rokok? ongkos bensin? makan sehari-hari
dan banyak hal-hal kecil lainnya yang mungkin terjadi, seperti anak minta uang jajan, itu tidak pernah tercatat dengan baik,
jadi TERKESAN uangnya ada, tapi ga tau ada dimana, dan ga tau dipake apa aja

ADA 3 HAL PENTING

untuk mengelola keuangan, kami di IIBF ( Indonesia Islamic Business forum) memiliki prinsip sederhana, dari seluruh penghasilan yang didapatkan jangan lupa untuk melakukan dengan disiplin 3 hal ini :
1. 10% digunakan untuk sedekah,
2. 10% digunakan untuk tabungan,
3. 80% digunakan untuk kebutuhan sehari hari

sederhananya, kisah diatas itu menggambarkan bapa tadi menggunakan 100% penghasilannya untuk KEBUTUHAN SEHARI HARI
jadi tidak pernah terpikirkan untuk menggunakan dalam sedekah atau tabungan, yang jelas ini sangat bermanfaat untuk kehidupannya kelak,

begitulah, insyaAllah ada lanjutannya,
bisa besok, bisa lusa,
mari kita perbaiki,
kemampuan finansial literacy kita!

rupiah.... kata bang oma irama juga begitu,

cara berbisnis yang sesuai jalan aslinya!

Minggu, 01 Juli 2012

mau kerja keras

cara berbisnis kembali hadir, setiap hampir satu bulan kita tak bersua ^^
mohon maaf sebelumnya,
karena ada yg mesti kita selesaikan dan proyek-proyek sambilan juga...

hari ini, mungkin sederhana saja,
yang menjadi bahasan utama kita adalah,
mau bekerja keras,

kerja keras disini adalah segala hal yang berbau dengan disiplin, berkesinambungan,
gigih, ulet dan menyelesaikan masalah dengan tepat dan efektif
kerja keras bukan hanya menggunakan habis seluruh potensi tenaga kita
tapi dengan lincah dan fleksibel mencari peluang-peluang baru
untuk mengembangkan dan meningkatkan laba tentunya

nah, hampir sama kunci yang dimiliki dari semua pebisnis yang berhasil
kedisplinan dan mental untuk terus berjalan dan bangkit itu yang menjadi
alasan kuat "mengapa mereka berhasil saat ini"
karena keberhasilan tak akan didapatkan dari hal yang instan dan resiko kecil
oleh karenanya dibutuhkan sebuah nafas panjang untuk bisa
melancarkan segala capaian yang memang telah dikejar

jadi ada 2 kunci yang mengiri keberhasilan suatu gerakan/aksi, begitu pula di bisnis
pertama, kita memiliki suatu cara yang efektif untuk menghasilkan uang
kedua, kita disiplin mengembangkan cara yang efektif itu sehingga semakin efektif lagi dalam menghasilkan uang

jadi ingat, kerja keras adalah suatu kunci bila ingin berhasil
jangan harap bisa sukses,
kalau aktivitasnya juga tak ada kata ini didalamnya

cara berbisnis
febrian adila idabadi

Selasa, 29 Mei 2012

memperbanyak teman

cara berbisnis kembali hadir kepada anda

hari ini kita kan bahas sebuah topik sederhana
berapa banyak teman yang kita punya?
nah untuk mengeceknya dengan segera, coba kita lihat daftar no telp
yang tersimpang di memory hp kita, lalu kita lihat,
sampai kah 500? 2000? atau bahkan lebih?
pada dasarnya, itu kan no kontak yang sudah kita miliki,
dan itu jumlahnya cukup banyak lagi,
bayangkan jika kita lihat dari peluang bisnis saja, jika jumlah teman yang anda punya
di telpon ada sebanyak 500, kita coba itung-itungan sederhana, 10%-nya saja interest dengan bisnis yang anda punya,
berarti dari 500 orang itu, kita memiliki 50 orang yang berpeluang besar menjadi calon pembeli
dari 50 ini, bisa jadi kita memiliki pelanggan yang setia dan pelanggan yang bulanan,
yaa lumayan, ini jadi pemasukan anda bukan?

nah, oleh karenanya, saudara saudariku semua
jangan pernah remehkan kekuatan kenalan yang anda miliki
perbanyak kenalan sebanyak mungkin
karena kita tidak tahu dari yang mana yang kan menjadi pelanggan kita

dan ingat, bisa jadi mereka bukan hanya berpotensi menjadi pelanggan saja,
tapi berpotensi juga menjadi penjual resmi
menjadi penjual tidak resmi (yang menyebarkan dari mulut ke mulut mengenai produk kita)
menjadi pendukung anda ketika lemah
atau bahkan berpeluang juga menjadi calon pasangan hidup anda ^^

yaah...
itulah teman,
tepat yang kita pilih,
maka mereka kan menjadi sebuah sumber semangat dan tenaga
ingat, hampir kebanyakan pelanggan yang setia adalah mereka yang telah
memiliki ikatan khusus antara penjual dan pembeli
bukan hanya sekedar bertransaksi barang
tapi hingga interaksi yang lebih jauh juga

itulah teman

cara berbisnis

Senin, 28 Mei 2012

prinsip online

cara berbisnis kembali hadir...
bismillah, mungkin ini yang sudah lama ingin ku posting
sebuah ilmu sederhana tapi sangat bermanfaat dari seorang partner bisnisku

kita bicara tentang berjualan online
katanya ni... banyak yang bilang bahwa di online peluang untuk mendapatkan laba besarnya sangat tinggi
kenapa? karena dilihat oleh ribuan bahkan jutaan orang...

benarkah?
bisa jadi ya, bisa jadi tidak..
untuk jawaban yang "ya" ini yang bisa kalian lakukan ketika berada dalam sos med, atau jejaring sosial
kalo di negeri kita ini seperti facebook, twitter, dan yang semacamnya lah
nah di jejaring sosial ini, kita bisa langsung meng-promo-kan produk yang kita miliki
dan dilihat langsung oleh orang-orang yang terhubung dengan kita,
yang paling mudah ya fesbuk, kalo di twitter yaa hanya follower kita yang bisa melihat

nah, selain itu, ada satu tempat lagi yang cukup digemari oleh banyak orang, itu adalah google,
coba anda perhatikan, ketika kita lagi ada tugas di sekolah,
"coba cari artikel tentang senyawa kimia"
ketika kita tidak punya materi, maka yang kita cari pertama adalah di google, di mbah google,
semua orang hampir melakukan hal itu,
hanya saja, untuk bersaing di peringkat pertama di halaman google itu cukup sulit alias tidak mudah, tapi pasti bisa kita lakukan insyaAllah, mungkin nanti kita bahas sedikit

tapi, pada prinsipnya, di dunia online
ada satu kemiripan dengan cara kita berjualan di dunia nyata
sebanyak apa kita memiliki kenalan, maka
merekalah yang berpeluang memberikan laba kepada kita
nah, dengan siapa saja anda berteman? renungkan itu baik baik ^^

cara berbisnis
febrian adila idabadi

Sabtu, 26 Mei 2012

selalu proaktif

cara berbisnis kembali hadir
satu lagi yang ingin kami coba sampaikan disini adalah

selalu proaktif terhadap segala hal yang mungkin bisa membuat laba anda meningkat
selalu proaktif mencari pelanggan baru, kenalan baru yang mungkin bisa membuat
pendapatan anda bertambah

cari dan bergeraklah terus
anda bukanlah orang yang bermain di belakang layar,
(bisa sih, jika anda seorang owner) tapi jika anda belum bisa menggaji orang untuk melakukan semua hal ini
maka anda sendiri yang mesti melakukannya, tanpa terkecuali
jangan nyaman dengan kondisi saat ini
terus coba buat terobosan agar laba anda ada kemungkinan kan terus meningkat
karena ketika laba bertambah dan terus bertambah maka
kemungkinan bertahannya perusahaan anda pun kan kian besar

cara berbisnis
febrian adila idabadi

Selasa, 22 Mei 2012

bakat (2)

cara berbisnis nyambung post-bung kali ini
bismillah moga manfaat

mengenai bakat, kembali lagi
kali ini kita kan sedikit bahas mengenai teknis dalam berbisnis

kadang banyak juga pernyataan seperti ini
"wah saya orangnya ga nyaman kalo ketemu orang, jadi
susah untuk mendapatkan pelanggan, "
jangankan untuk nego nawarin barang, untuk janjian ketemu aja deg-degannya bukan main"
saya ga bakat jadi sales marketing....(tenaga penjual)

pernah mendengar hal ini?
sepertinya pernah, atau, saya ga cocok bagian itu, kayanya saya lebih cocok yang
mengurusi kertas-kertas saja di belakang, yang ga berhubungan dengan orang kebanyakan

pernah juga mendengar hal itu?

kalo saya boleh berkomentar, wajar saja ada yang berargumen seperti itu
tapi, saya ingatkan sekali lagi
jangan sampai bakat, menjadikan alasan kita untuk menghindar dari kesulitan yang kita dapati
jangan sampai bakat menjadi kambing hitam kesalahan kita
karena target ga kekejar, alasan muncul, apa ya? bakat dimunculin
ga bakat lah, ga inilah, ga itulah....

sekali lagi, bakat atau tidak,
hanya komit yang tinggi, disiplin,
mau cape untuk ngejar yang membuat kita ingin mengejar cita-cita kita
bukan hanya bakat, bukan hanya keinginan saja, ini belumlah cukup
dibutuhkan tekad singa untuk terus berada dalam jalan yang lurus
sehingga ada angin godaan sebesar apapun,
tetap tabah dan tegar bertahan

jangan salahkan bakat
menjadi penjual itu bisa dilatih,
menjadi pemimpin itu bisa dilatih,
menjadi manager itu bisa dilatih
ingin berbisnis itu bisa dilatih
bukan bakat murni
insyaAllah


cara berbisnis
febrian adila idabadi

bakat

cara berbisnis kembali hadir, postingan di malam hari, semoga berarti
nah untuk malam ini kita coba ulas sedikit mengenai bakat

banyak orang berfikir bakat itu given, pemberian dari sononyo
jadi banyak juga yang menjadikan bakat itu alasan
"ah saya ga bisa, ga punya bakat di situ"
"ah saya ga akan kuat, bukan bakatnya disitu"

dan dalam berbisnis juga, banyak juga yang menjadikan ini alasan
"ah saya ga cocok jualan disini, bukan bakatnya"
atau bahkan setelah sekian lama berjualan
bahkan bertahun-tahun lamanya tapi dia ga ketemu ketemu juga dengan yang
namanya sukses akhirnya secara yakin dia bilang bahwa
"ternyata saya memang ga bakat di bisnis"

lho?
jadi masalahnya apa?
bakat-kah, atau yang lain-kah?
jangan jadikan ini alasan, karena salah satu masalah utama bukan bakat
yang jadi masalah adalah
komitmen keras, keyakinan tinggi, tekad yang kuat

andaikan anda punya bakat sebagai seorang penyanyi
tapi anda tidak komit untuk latihan, asal asalan dalam menempuh karir anda
berat bro! susah....
jadi kalo komit, apapun itu, bakal terus kita kejar dan selelah apapun itu
bakal terus kita lakukan

jadi bakat belum tentu menentukan anda akan bertahan atau tidak
ingat, usia bisnis yang cukup matang adalah 8 - 10 tahunan
jadi kalo ga bisa komit dalam usia segitu
masih gamang tuh,

ini sederhana, bahkan mungkin dalam bisnis juga secara teknis belum kami jelaskan
di postingan selanjutnya insyaAllah

cara berbisnis
febrian adila idabadi

Minggu, 20 Mei 2012

bikin geger

cara berbisnis kembali hadir tuk bermanfaat, semoga ya

nah, yang kali ini kita bahas adalah
sedikit dampak lingkungan mengenai mimpi yang mungkin anda miliki sebagai seorang pebisnis

pada dasarnya, biasanya seorang pebisnis itu memiliki sebuah keinginan yang ga kepikiran sama orang lain. belum tentu setiap orang memikirkan kearah sana, dan yang dia pikirkan itu terlalu langka untuk masuk ke pikiran kebanyakan orang pada umumnya

misalnya, ketika dulu warner bersaudara mengemukakan ingin terbang, maka seluruh desa bahkan kota dan negara di tempatnya geger dan mereka jadi sorotan, "ada orang yang bermimpi ingin bisa terbang seperti burung". dan apa yang terjadi selanjutnya? seperti yang anda tahu mungkin,
mungkin banyak orang dari mereka yang geger ini yang akan mencaci dan menghina mereka
mencemooh dan terus menerus mengeluarkan kalimat negatif
dan sedikit diantaranya turut menyemangati

nah, begitu pula dalam berbisnis
ketika anda mengambil jalan ini, akan banyak pendapat dan pandangan yang muncul di sekeliling anda
jangan bisnis, banyak tukang tipu!
jangan bisnis, nanti kamu rugi
jangan bisnis, nanti kamu ga kan berhasil
ambil kerja saja dan dpatkan penghasilan tetap

nah, ini bisa jadi kata-kata negatif jika anda memang ingin menjadi seorang pebisnis
karena ya seperti itulah menjadi pebisnis, ga jelas, ga pasti
dan bahkan kita harus siap mengerjakan sesuatu yang cukup lama..... untuk mendapatkan sebuah momentum keberhasilan nantinya

ingat, ada sebuah kalimat bagus yang saya sempat dapatkan dari hugh macleod
semakin baik rencana anda, maka semakin anda dibenci banyak orang,
begitupula
semakin baik rencana anda, maka semakin anda di cari banyak orang

artinya apa?
resiko itu sesuai dengan hasil yang nanti kan anda raih

cara berbisnis
febrian adila idabadi

menjaga pagi

cara berbisnis kembali hadir
satu lagi postingan sederhana yang coba kami share kan kepada anda semua

hati-hati
coba perhatikan apa yang anda kerjakan diwaktu pagi hari
kebanyakan orang hebat, mengisi pagi harinya dengan yang hebat
sehingga disepanjang hari mereka selalu dihiasi dengan mimpi paginya!
oleh karena itu,
pagi ini dan di panasnya sinar mentari yang mulai meninggi
apa saja yang telah anda lakukan
berkaitan dengan bisnis anda
rencana mencari peluang anda
ibadah anda
dan keluarga

perhatikan apa yang kita sibukkan di pagi hari
ini berhubungan langsung dengan rezki anda nanti

cara berbisnis ala febrian adila idabadi

sholat tingkatkan bisnis

cara berbisnis kembali hadir....
untuk posting di tengah malam kali ini
cukup sederhana dan mungkin hnya beberpa patah kata saja

ingin rezeki dimudahkan,
bisnis dilancarkan
urusan diselesaikan
perbaiki sholat kita,
sholat berjamaahnya,
sholat sunnah rawatibnya
sholat duha dan tahajudnya

hidupkan sholat, Allah kan menghidupkanmu lebih hidup

febrian adila idabadi

Sabtu, 19 Mei 2012

pertanggungjawabkan

cara berbisnis kembali hadir,
bismillah moga bermanfaat

hari ini yang kita ingin berikan hanya repetisi
hanya sebuah bentuk pengulangan
pengulangan tuk membuat pikiran semakin teguh
hati semakin tegar
dan sikap semakin mantap

pengulangan tuk kembali menyadari
bahwa jalan kita tuk mengambil bisnis sebagai jalur nafkah hidup
itu adalah jalan yang terbaik yang kita pilih
jika anda berbisnis dan jadi karyawan juga, bagus... lanjutkan
bila anda memilih untuk itu
jika anda belum berbisnis, bagus.... lanjutkan
bila anda memilih untuk itu
jika anda murni berbisnis
lanjutkan.... bila anda memilih untuk itu

pertanggungjawabkan pilihan anda

febrian adila idabadi